Pemilu 2004 KPU Kota Salatiga In Memory

 Profil

KPU Kota Salatiga berkantor di Jalan Ki Penjawi 12 Salatiga lokasi yang cukup strategis dari arah jalan protokol Solo-Semarang tidak sulit untuk mendatanginya. Semula adalah kantor dinas perdagangan pemerintah Kota Salatiga. dan pada Tahun 2003 sejak lembaga KPU berdiri di Kota Salatiga awalnya bernama Kantor Perwakilan Sekretariat KPU kemudian tahun 2004 setelah rekruitmen anggota KPU pertama kali periode 2003-2008 menjadi Kantor KPU Kota Salatiga. dengan memiliki lima anggota KPU periodee pertama mereka adalah: KH Drs KH Tamam Qaolany ( Ketua KPU merangkap anggota div. Hukum dan Antar Lembaga), H M Fauzi Arkan, SAg,MAg ( Anggota div. Pencalonan dan kampanye), SR Hidayah,SE ( anggota KPU, div Logistik dan Keuangan), R Bambang Adi Nugraha.SH . (Alm) ( angg. KPU , div. Sosialisasi) dan Dyah Marhaeny,SH ( angg. KPU Div. Teknis pemungutan dan penghitungan suara).
.

 Pengalaman Tugas.

KPU Kota Salatiga, seperti halnya KPU lainnya se Indonesia pada periode awal dibentuk pada tahun 2003, begitu selesai dilantik langsung bekerja tanpa disertai pengalaman menjadi penyelenggara Pemilu dengan system baru yaitu Pemilu Langsung atau dengan istilah PILSUNG oleh rakyat siapa-siapa wakil rakyat di daerah maupun di pusat rakyat memilih langsung para wakilnya untuk duduk di lembaga DPR,DPD,DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota demikian juga dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Sementara KPU Daerah terbentu KPU pusat telah bekerja dan menyusun jadwal,tahapan dan Program Pemilu 2004 dan masa jabatannya berakhir saat pemilu 2009 telah dimulai.
Sungguh luar biasa, begitu kesan pertama yang pantas diucapkan…khususnya untuk KPU Salatiga, karena sepanjang tahun secara berurutan kurun lima tahun terus berurutan menyelenggarakan pemilu dan menyiapkan pemilu berikutnya.yaitu, Tahun 2004 pemilu legislative dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Tahun 2005 persiapan pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang penyelenggaraannya pada tahun 2006, tahun 2007 persiapan menyelenggarakan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2008. dan pada tahun yang sama telah mempersiapkan pemilu legislative dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009 sekaligus berakhir masa jabatan menjadi anggota KPU.
Dalam masa transisi anggota KPU lama dengan KPU baru sangat mempengaruhi pshykologis dan suasana kerja satu sisi berkomitmen melaksanakan tugas-tugas sampai berakhir masa jabatan di sisi lain disibukkan dengan kegiatan rekruitmen anggota KPU baru. Dimana dalam hal ini sebagaian besar anggota KPU lama masih berminat meneruskan tanggungjawabnya menjadi penyelenggara pemilu berikutnya meskipun disertai konsentrasi penuh dikarenakan system rekruitmennya tidak sama dengan rekruitmen awal dahulu yang lebih rumit dan selektif.
Di tengah suasana kerja menyelesaikan tugas penyelenggaraan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2008 dan telah dimulainya tahapan,jadwal dan program Pemilu 2009 banyak anggota KPU lama dalam seleksi justru tidak lagi dapat menduduki jabatannya kembali.meskipun banyak juga yang kembali duduk memangku tanggungjawab kembali menjadi penyelenggara Pemilu.

 PARA Pejuang yang gugur di Medan Penyelenggaraan Pemilu.

Meskipun kematian adalah rahasia Illahi dan telah menjadi ketentuan_Nya, tetapi kalau kepergiannya pada saat berlangsungnya tugas menjadi penyelenggara Pemilu sungguh merupakan peristiwa pilu yang dirasakan tidak hanya oleh keluarga dan kerabat dekatnya, tetapi juga dirasakan oleh seluruh anggota keluarga besar KPU Kota Salatiga pada saat itu. Salah satunya adalah staf bagian logistic yang benar-benar telah bekerja tanpa kenal waktu dan kondisi fisiknya, yang ada hanya obsesi Pemilu harus sukses, lancer dan kondusif, sementara kebutuhan logistic benar-benar menjadi indicator utama dapat berlangsungnya pemilu sesuai harapannya.
Pemilu pertama yang membutuhkan logistic lebih beragam dan banyak jenisnya dikarenakan perubahan system pemilu langsung, sangat menyita dan menguras habis seluruh perhatian, tenaga dan fikiran. Ditunjang fasilitas sarana prasarana kurang memadai dengan belum tersedianya gudang sebagai tempat pengelolaan logistic yang ideal, sehingga suasana kantor KPU sebagai tempat beraktifitas dan pelayanan administrasi juga sebagai tempat pengelolaan dan penyimpanan logistic,dapat dipastikan suasananya sangat semrawut dan mempengaruhi kondisi hati dan fisik yang memang benar-benar lelah. Kotot Suwondo namanya usai pemilu legislative beliau meninggal dunia meninggakan kesan dan kenangan yang tak terlupakan, seperti saat usai distribusi logistic dengan kondisi sangat kelelahan dia tidur terkapar di halaman kantor tanpa alas maupun tutup…..dia bilang : Plong….! Tugasnya telah selesai.

Satu lagi staf bagian data dan komputerisasi, namanya Sukron Makmun meninggal dunia karena kecelakaan saat sedang perjalanan membawa surat yang harus ditandatangani ketua KPU. Tragis dan mengenaskan sedianya yang berangkutan bukan bertugas menjadi kurir surat, tetapi karena merasa semua tugas KPU juga tanggungjawabnya maka tanpa harus menunda waktu segera membawa surat namun di tengah perjalanan Truk tronton melaju dengan kecepatan tinggi tidak terasa kalau kontainernya menghempaskan staf KPU Salatiga dan mengantarnya ke haribaan Yang Kuasa pada usia masih sangat muda dengan meninggalkan istri dan anaknya yang belum genap usia satu tahun.
Sementara satu orang lagi mantan anggota KPU periode 2003-2008 yang pernah bertanggungjawab pada divisi sosialisasi, pendidikan pemilih dan kajian pengembangan yaitu R babang Adi Nugraha, SH telah berpulang ke rahmatullah selang beberapa waktu tidak lagi menjabat menjadi anggota KPU Kota Salatiga, semua diampuni semua dosanya.

 Peristiwa tak terlupakan

Saat-saat penuh ketegangan terus mewarnai tugas-tugas menyelenggarakan Pemilu, mulai pendaftaran pemilih yang justru saat akhir meidak menjelang pemungutan suara banyak pemilih belum terdaftar minta dimasukkan dalam daftar pemilih, kalau tidak mereka menancam demo, kemudian saat menjelang penetapan calon anggota DPRD yag terancam tudak memenuhi syarat dengan ditemani para pendukungnya menduduki kantor KPU dengan sikap beringas dan ada yang mabuk menggertak dan mengancam kalau diriny dan calon yang didukung tidak masuk dalam daftar calon anggota legislative. Sedangkan masalah logistic terjadi peristiwa yang sangat menegangkan dikarenakan terjadi tertukarnya surat suara anyar Daerah Pemilihan sehingga diwarnai ketegangan di TPS antara KPPS,saksi dan para calon sehingga harus dilakukan pemungutan dan penghitungan suara di 12 TPS di seluruh wilayah Kota Salatiga yang disinyalir oleh fihak pengamat pemilu dalam hal ini ada calon yang diuntungkan, Ada yang saling adu kekuatan merasa paling ber hak duduk dan jadi anggota DPRD dikarenakan perolehan suaranya terbanyak diantara para calon dalam satu partai meskipun tidak memenuhi BPP (karena dengan system proporsional terbuka), dan lain-lain yang mengesankan dan menjadi pengalaman sangat berharga.

Oleh: SR Hidayah

One thought on “Pemilu 2004 KPU Kota Salatiga In Memory

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s